Bertegur Sapa Bertukar Karya 2017

“Bertahun-tahun punya teman seniman, masa gak ngoleksi karyanya”

MG Pringgotono - founder SERRUM

 

Bergaul di sekitaran seniman, yang memproduksi gagasan, karya dan pengetahuan. Serrum sebagai kolektif seniman yang berdiri sejak tahun 2006, telah bertemu, mengenal dan dekat dengan para praktisi kesenian, seperti seniman, desainer, akademisi dan banyak lagi profesi Sebagai praktisi yang bekerja di bidang kesenian, otomatis kita berada di lingkungan kreatif, bidang kesenian lainnya. Kekerabatan dengan mereka diasah dalam kerjasama-kerjasama dalam bekerja, namun sebagai seorang kerabat yang sama-sama memproduksi karya, kita jarang sekali mengkoleksi karya dari sesama kerabat seniman.

Dengan itu, Serrum merasa perlu untuk membuat acara Bertukar Sapa Bertukar Karya sebagai bentuk apresiasi terhadap kekerabatan Serrum bersama teman-teman seniman selama ini. Dengan format layaknya sebuah arisan, masing-masing seniman akan mengirimkan karya untuk dipamerkan bersama. Di malam pembukaan pameran, data karya akan diletakan di sebuah wadah, masing-masing seniman yang berpartisipasi akan mengambil hasil undian tersebut, dan mendapatkan masing-masing satu karya dari kerabat lainnya secara acak.

Pola kerja Serrum yang menggunakan metode kolaboratif dan partisipatif telah menghasilkan bentuk kerjasama dengan berbagai pihak. Sehinga jaringan merupakan nilai yang berharga diantara harga karya yang mahal untuk dikoleksi. Bertukar Sapa Bertukar Karya diharapkan menjadi titik temu dan berbagi atas dedikasi kekerabatan kita selama ini.

Berikut adalah ketentuan untuk berpartisipasi dalam Bertegur Sapa Bertukar Karya 2017 :

  1. Ukuran Maksimal karya 2D 100x100 cm dan Minimal 20x20cm.
  2. Untuk karya Video Max 10 menit (dikemas dalam bentuk objek    dan pantas dikoleksi).
  3. Karya siap dikoleksi dengan kemasan yang menarik.
  4. Karya diproduksi dengan kuantitas terbatas dan koleksi khusus.
  5. Mencantumkan alamat pengiriman lengkap untuk pengiriman kembali.
  6. Karya di terima paling lambat 21 September 2017 dengan alamat pengiriman karya Jln Pancoran Timur II No.4, Jakarta Selatan 12780 | Indonesia.
  7. Karya belum dikoleksi oleh siapapun.
  8. Wajib mengisi formulir disini

Kurikulab Masuk Desa : Relasi Pendidikan dan Seni Rupa

Relasi Pendidikan dan Seni Rupa di Pekanbaru

Oleh Rianto*

Kamis 6 Juli 2017 di Anjungan Seni Idrus Tintin Serrum mengadakan diskusi terpumpun. Diskusi mengangkat tema “Relasi Pendidikan dan Seni Rupa di Pekanbaru”. Pelbagai siswa, guru, kepala sekolah, seniman, pejabat hadir dalam diskusi terpumpun. Diskusi terpumpun diadakan dalam rangkaian Pekan Seni Media di Pekanbaru. Pekan Seni Media menjadi ajang memperkenalkan seni media di kalangan masyarakat Pekanbaru.

Mengenai seni Soemardhi Thaher tokoh pendidikan di Pekanbaru mengatakan hidup tanpa seni menjadi gersang. Di sekolah pelajaran seni rupa masih menjadi pelajaran selingan. Seni rupa di sekolah-sekolah masih kurang populer dibandingkan dengan teater dan sastra. Sayangnya di sebuah sekolah di Pekanbaru misalnya jarang sekali guru seni budaya yang latar belakangnya seni rupa. Guru-guru seni budaya berasal dari lulusan seni tari, seni teater maupun musik. Kurangnya guru-guru yang berlatar belakang seni rupa juga menjadi kendala dalam mempopulerkan seni rupa di sekolah-sekolah. Pelajaran seni rupa yang kurang diminati diharapkan perupa hadir ke sekolah-sekolah. Perupa hadir ke sekolah untuk dapat memberikan pelbagai pengetahuan seni rupa di kalangan siswa.

Perupa inilah yang nantinya dapat bekerjasama dengan sekolah dalam menumbuhkan serta merawat potensi kreatif seni rupa siswa sekolah. Artinya diperlukan relasi yang lebih spesifik antar sekolah dan seniman. Relasi ini tentunya menjadi mata baca perkembangan seni rupa Riau semisal dengan menumbuhkan muatan lokalitas dalam berkarya di kalangan siswa. Dengan terjunnya seniman ke sekolah menjadi jalan menumbuhkan seni rupa di kalangan siswa. Masuknya perupa ke sekolah-sekolah pernah dilakukan oleh Sindikat Kartunis Riau (Sikari). Mereka melakukan workshop komik di sekolah-sekolah. Sekolah tidak perlu sungkan untuk bekerjasama dengan perupa Riau. Semisal guru multimedia mengundang seniman komik untuk membuat animasi. Kolaborasi ini diharapkan menambah pengetahuan bagi siswa.

Perkembangan seni rupa dan pendidikan di Pekanbaru tak lepas dari perkembangan kota Pekanbaru. Kota ini diharapkan sebagai inspirasi melukis, menulis syair, ataupun mural. Gagasan itu pernah di lontarkan oleh Yusmar Yusuf di bukunya Gaya Riau Sentuhan Fenomenologi Budaya Melayu di Tengah Globalisasi (Pusat Pengajian Bahasa dan Kebudayaan Melayu Universitas Riau). Kota Pekanbaru yang panas dan membuat dehidrasi orang-orang memerlukan taman kota. Taman kota dibuat tak hanya untuk menambah oksigen serta membuat sejuk bagi pejalan kaki. Taman kota juga sebagai tempat di mana anak-anak sekolah bisa melukis. Kota Pekanbaru dengan tamannya menjadi denyut seni dan budaya: syair, lukis, mural. Di sini karya seni yang dibuat merupakan respon dari orang-orang terhadap kota dan kampungnya. Seni menjadi medium kabar perkembangan apapun: pendidikan, sosial, politik. Yusmar Yusuf juga mengatakan pentingnya sebuah gedung kesenian di sebuah kota sebagai tempat pengembangan seni.

Ketiadaan galeri di Pekanbaru juga menjadi poin penting seni rupa di Pekanbaru terbilang sepi. Sebuah kota seperti Pekanbaru mestinya memiliki galeri. Galeri menjadi syarat sebuah kota metropolis. Galeri di Pekanbaru menjadi tempat di mana perupa dapat berpameran. Sehingga perupa di Pekanbaru tak menunggu undangan galeri-galeri di Jakarta ataupun kota-kota lain di Jawa semisal Bandung dan Yogyakarta untuk dapat majang karya. Inilah juga yang diamati Dantce S Moeis mengenai perkembangan seni rupa Riau. Perkembangan seni rupa di Pekanbaru masih berada di bayang-bayang Jawa. Dantce masyhgul atas catatan perkembangan seni rupa di Sumatera dan khususnya Riau yang tak nampak. Riau masih dalam pencarian dan penemuan identitas kesenirupaan.

Institusi seni rupa yang tak ada di Pekanbaru bisa dikatakan menambah sepinya wacana seni rupa. Seniman yang ingin menggali wacana seni rupa di institusi akademik hijrah ke Sumatera Barat dan institusi seni yang berada di Jawa untuk belajar. Dan ini tidak hanya terjadi di seni rupa, gejala ini juga terjadi pada perkembangan sastra, tari, musik dan teater. Ini menandakan Pekanbaru membutuhkan institusi seni rupa yang menjadi rumah ide bagi siswa, perupa dan masyarakat Pekanbaru.

Dukungan media cetak untuk menjadi pengabar seni rupa di sebuah kota juga menjadi bagian penting. Keberadaan media cetak terutama koran pun dirasakan menjadi media penting yang memuat konten seni rupa. Semisal di koran lokal di hari Minggu di Riau Pos kita mudah menemukan dan membaca ulasan mengenai sastra. Namun tak nampak ulasan mengenai seni rupa. Pentingnya perkembangan media cetak dan sosial/online ini dirasakan Eko dari Sikari. Dengan jarangnya koran-koran memuat kartun membuatnya memanfaatkan media sosial sebagai medium penyampai pesan. Medsos menjadi jalan penyampai pesan dalam berkarya. Kekuatan medsos ini juga yang dilirik anak-anak muda dalam berkarya.

Semoga kedepannya seni rupa di Pekanbaru menjadi berkembang. Setali dua uang yang dikatakan Sanento Yuliman perkembangan seni rupa terkait pula dengan perkembangan pendidikan terutama perguruan tinggi yang menyentuh batas-batas seni di masyarakat. Pekan Seni Media yang diadakan Forum Lenteng dan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Pekanbaru menjadi turning point atau arus balik akankah tergerak para seniman, siswa, guru, kepala sekolah, stake holder untuk melahirkan institusi ataupun sekolah seni rupa. Menjadi catatan penting ke depannya Pekanbaru bisa menjadi kota seni media dengan ditopang pendidikan tinggi seni rupa yang mumpuni. Semoga.

 

*Rianto merupakan salah satu anggota tim riset Serrum. Aktif menulis dibeberapa surat kabar lokal maupun nasional dan menuangkan tulisannya di  blog pribadinya. Sekarang sedang menjalankan program Pena Siswa (Sebuah wadah menulis untuk Pelajar) bersama Serrum and Plus.

Palbis (Paket Langsung Bisa)

Venue : Galeri Nasional Indonesia
Event  : Decompression
Years  : 2010

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Pimp Your Drawing Book

Venue : Kota Station and Kebayoran Station
Event  : FIXER
Years  : 2010

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

KRL : Diatas Lega Bertaruh Nyawa

Venue : Kota Station and Kebayoran Station
Event  : Jakarta Biennale : ARENA
Years  : 2009

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Buku Satu Selimut

Venue : Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Event  : Pameran Tanda Kota
Years  : 2007

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Supersub Denfrie

Tema Pembahasan: Mengkoneksikan Museum dan Sekolah

Tempat:

Tanggal:

Waktu:

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

 

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Pasar Ilmu di Koganencho

Venue: Koganencho Art Management
Time: May 2016

 

 

During one month, in May 2016. Serrum have opportunity for residency in Koganecho, Yokohama, Japan. Serrum delegations is Angga Wijaya (curator) and Meita Meilita (artist and teacher) will develop "EkstrakurikuLab: Pasar Ilmu" Laboratory. Serrum making studio in koganecho as classrooms. The classroom, which will become the meeting point for the resident around Koganecho for sharing knowledge and experience.

Serrum try to create learning interaction made based on people’s wish and need. We will do some interviews to people living around Koganecho having various occupation background.
Questions that we will ask are:
1. “According to you, what subject do you need to study?
2. If you’re given one chance to share your knowledge/expertise, what will you share?

Serrum will ask those two variables to people who join the project. Based on the variables, we will do the mapping. Later, we make a learning system formed by the desire or the needs, so it will automatically connect the supply and the demand, according to each person’s needs of knowledge. We will invite the supply and demand (as the result of mapping from the interview) in the classroom and practice “pasar ilmu” (knowlegde market). Like a market, we do use the supply and demand principle in establishing this testing system.

I Do Insane

Tema Pembahasan: Mengkoneksikan Museum dan Sekolah

Tempat:

Tanggal:

Waktu:

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

 

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

Bertukar Sapa Bertegur Sapa (2014)

Tema Pembahasan: Mengkoneksikan Museum dan Sekolah

Tempat:

Tanggal:

Waktu:

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."

 

"Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum."