Berawal dari gerakan beberapa mahasiswa di sebuah kampus keguruan dan pendidikan dengan jurusan seni rupa di Jakarta. Melakukan beberapa aktivitas kesenian seperti membuat gerakan-gerakan bombingĀ poster grafis keliling sepeda dengan sepeda dimalam pergantian menuju tahun 2004 terus berkembang partisipannya hingga tahun 2013. Selain itu melakukan program 'semacam' residensi seni yang mengundang beberapa teman-teman dari jurusan lagi untuk terlibat berkarya. Hingga pada tahun 2006 beberapa teman mendapat mendapat pekerjaan mural bus di Bandung. Saat itu beberapa teman yang mengerjakan setuju untuk hasil dari pekerjaan tersebut untuk membayar sebuah rumah kontrakan di daerah Jakarta Timur tidak jauh dari kampus. MG Pringgotono, RM Herwibowo, Arief 'Arman' Rahman, M Sigit Budi Santoso, Arif Kurniawan, JJ Adibrata, Restu Ratnaningtyas dan Gunawan Wibisono yang kala itu masih menjadi mahasiswa bersepakat untuk mendirikan Serrum yang berasal dari kata 'Share' dan 'Room' yang berarti ruang berbagi.

It started with the movement of several students at a teaching and education campus majoring in fine arts in Jakarta. Carrying out several artistic activities, such as making graphic bombing posters around bicycles on bicycles on the eve of the turn towards 2004, the participants continued to grow until 2013. In addition, they conducted an art residency 'sort of' program which invited several friends from other departments to get involved in their work. Until 2006 some friends got a bus mural job in Bandung. At that time, several friends who were working on agreed to the proceeds of the work to pay for a rented house in the East Jakarta area not far from campus. MG Pringgotono, RM Herwibowo, Arief 'Arman' Rahman, M Sigit Budi Santoso, Arif Kurniawan, JJ Adibrata, Restu Ratnaningtyas and Gunawan Wibisono who at that time were still students agreed to establish Serrum which came from the words 'Share' and 'Room' which means sharing space.